Masih Banyak RS di Bandung yang Pilih Kasih Pada Pasien Miskin

Posted on March 20, 2013. Filed under: Kesehatan | Tags: , , , , , , , , , , |

Selasa, 19/03/2013 16:45 WIB

Avitia Nurmatari – detikBandung

Bandung – Seyogianya, rumah sakit bisa melayani semua pasien. Tidak terkecuali pasien miskin. Namun sayang, hingga saat ini masih ditemukan adanya rumah sakit di Kota Bandung yang pilih kasih soal pelayanan kepada pasien miskin.

Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha menyayangkan kondisi tersebut, mengingat seharusnya pasien miskin bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui Jamkesmas dari pemerintah pusat dan Bawaku Sehat dari Pemkot Bandung.

“Hari ini saya baru menerima laporan dari masyarakat soal RS Pindad yang menolak pasien miskin. Tapi begitu dewan menelepon Dinas Kesehatan, pasien tersebut langsung diizinkan untuk masuk,” ujar Ahmad, ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (19/3/2013) siang.

Ahmad mengatakan, pihaknya menyesalkan kondisi tersebut karena saat ini masyarakat masih kebingungan untuk melapor kemana jika mendapatkan pelayanan yang tidak adil dari rumah sakit.

“Dari 32 rumah sakit yang ada di Kota Bandung memang tidak semuanya. Tapi berdasarkan laporan yang kami terima hanya empat atau lima rumah sakit. Tapi setiap tahun laporannya selalu berganti-ganti (laporan rumah sakit yang pilih kasih-red),” tuturnya.

Maka itu ia berharap rumah sakit tidak lagi besikap komersial kepada masyarakat miskin. Menurut Ahmad, modus yang kerap dilakukan rumah sakit biasanya dengan mengatakan ruang kamar kelas 3 penuh.

“Padahal kalau kelas tiga penuh, otomatis bisa menggunakan kelas 2, dan kalau kelas 2 penuh, bisa menggunakan kelas 1, bahkan sampai kelas VIP pun bisa,” ucap Ahmad.

Lebih lanjut, kata Ahmad, ia juga sudah meminta Dinkes Kota Bandung untuk menginstruksikan kepada setiap rumah sakit agar membuat spanduk pengumuman terkait penerimaan rumah sakit tersebut kepada pasien miskin.

“Saya sudah beberapa kali mengatakan hal itu. Saya tidak mengerti mengapa masih jarang rumah sakit yang memasang spanduk tersebut. Saya tidak mengerti komitmen Rumah Sakit kepada pemerintah. Padahal kita sudah memberikan keleluasaan untuk membangun rumah sakit dan rumah sakit juga sudah punya keuntungan besar. Jangan khawatir pemerintah tidak membayar pasien Jamkesmas atau SKM. Sudah pasti dibayar selama pemerintah belum bangkrut,” tegasnya.

(avi/ern)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • March 2013
    S M T W T F S
         
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Sukses Mandiri

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: