Orang Indonesia Pertama Raih Urban Leadership Award

Posted on March 20, 2013. Filed under: Tokoh |

Tribun News, Kamis, 21 Februari 2013 10:10 WIB

Oleh Kemal Setia PermanaJIKA

kita bertanya masih adakah tokoh masyarakat yang mampu menjadi tumpuan untuk membereskan kondisi lingkungan dan kota tempat kita tinggal yang sudah carut-marut tak terurus? Maka jawabannya tentu masih ada.

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Namun orang tersebut bukan pemimpin formal kota semacam wali kota atau kalangan birokrasi lainnya, melainkan datang dari kalangan akademisi yang juga seorang profesional sejati. Sebut saja satu nama: Ridwan Kamil.

Dedikasi Ridwan Kamil yang sudah malang melintang dikenal sebagai arsitek yang merambah berbagai negara dan peduli dengan berbagai masalah terkait lingkungan sekitar, terbukti sudah membuka mata dunia.

Kepedulian Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, terhadap kondisi lingkungan sekitar yang rusak atau tidak terurus dengan mengubahnya menjadi tertata apik dan nyaman, membuat dunia pun merasa patut mengganjarnya dengan sebuah penghargaan internasional, yaitu Urban Leadership Award.

Penghargaan ini adalah penghargaan tingkat internasional yang dilayangkan kepada orang yang berhak dianggap sebagai pemimpin kota nonformal yang dianggap mampu dan berhasil mengubah kondisi wilayah menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung penghargaan ini diberikan oleh lembaga pendidikan bertaraf internasional yaitu Pensylvania University (PU) yang berkedudukan di Amerika Serikat.

Penghargaan Urban Leadership Award yang diterima Emil menjadikan dia sebagai orang Indonesia pertama yang penerima penghargaan lingkungan ini. Pihak PU sendiri tentu memberikan alasan kuat mengapa layak memberikan penghargaan ini kepada Emil.

Menurut Emil, ada beberapa parameter yang membuat dirinya dianggap layak mendapatkan penghargaan ini. Di antaranya adalah penghargaan ini layak diberikan kepada individu yang mampu melakukan terobosan dan memberikan konsep pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekitarnya.

“Membangun peradaban manusia itu harus memerhatikan beberapa faktor, di antaranya keseimbangan ekosistem, sosiologi, ekologi dan ekonomi manusia. Nah selama ini, kebanyakan sebuah kota itu hanya memerhatikan segi ekonomi saja, sementara segi lainnya yang saya sebutkan tadi dikesampingkan,” ujar Emil, kepada Tribun di kawasan Cigadung, Senin (18/2).

Sisi-sisi yang dikesampingkan itulah, menurut Emil, yang selama ini dia perjuangkan bersama komunitas-komunitas lingkungan yang kini tengah digelutinya, seperti Komunitas Indonesia Berkebun, Beberes Bandung dan Bike Bandung. Banyak sektor-sektor dan sudut-sudut Kota Bandung yang sudah dia benahi untuk kemudian menjadikan sudut-sudut itu terlihat lebih segar, asri dan manusiawi. Hal itu secara terus-menerus dia lakukan sejak lama dan baru secara konsisten dia lakukan setelah tamat menuntut ilmu dari University of California, Berkeley.

Emil mengaku tidak menyangka akan disoroti oleh para pakar dunia untuk dinobatkan meraih penghargaan ini. Pasalnya, menurut pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini, apa yang dia lakukan sebenarnya sangat sederhana dan terdorong atas  kecintaannya terhadap keluarga.

“Awalnya memang kecintaann terhadapa keluarga. Saya berpikir, bagaimana keluarga dan anak-anak saya ke depannya jika kondisi lingkungannya acak-acakan dan carut-marut seperti ini. Dari situlah saya tergerak untuk mendedikasikan diri terhadap kondisi lingkungan. Dan saya tidak menyangka ternyata apa yang saya dan teman-teman komunitas lakukan, di Bandung, ternyata sedang dimikroskop oleh dunia. Bandung ini sekarang sedang diperhatikan dunia, bukan dalam skup nasional saja,” ujarnya.

Emil mengaku penghargaan ini memang bukan yang pertama untuk dirinya. Sudah banyak pernghargaan internasional yang dia raih, namun penghargaan kali ini menurutnya sangat istimewa.

“Saya selama ini sering bekerja “beberes” kota orang di luar negeri. Sekarang saya ingin beberes kota saya sendiri. Saya berharap hal ini bisa menggugah orang lain agar tergerak memerhatikan kondisi lingkungan,” ujarnya.

Menurut rencana, Ridwan Kamil akan bertolak ke Amerika Serikat pada 3 Maret mendatang. Keesokan harinya, di hari menerima penghargaan, dia didaulat untuk memberikan kuliah umum di empat universitas Amerika, termasuk di Pensylvania dan California University. (*)

Penulis : set
Editor : dar

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • March 2013
    S M T W T F S
         
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Sukses Mandiri

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: